| About | Getting Bandung | Hotels | Bandungpedia | Destinations | Tourismpedia | Architectures |

Search More About Bandung and Tourism Here

Berburu Kudapan di Kawasan Dago Atas

September 27, 2007 – 9:37 am

Semakin Malam Semakin Ramai

INGIN menikmati menu santap siang atau santap malam yang berselera, dikelilingi suasana berbeda? Kota

Bandung adalah tempatnya. Salah satu tempat untuk berkumpul bersama keluarga, rekan bisnis, relasi, kawan, sahabat, atau mungkin kekasih. Bisa Anda temui di kawasan sekitar Dago Atas atau Dago Pakar,

Bandung. Kawasan ini bisa Anda jadikan kawasan wisata sambil santap siang atau santap malam.


Warung Lela
MESKI jauh dari pusat kota, sejumlah tempat makan di kawasan

Bandung Utara menjadi salah satu tempat favorit untuk makan bagi keluarga. Selain menjual makanannya yang khas seperti bakso di Warung Lela (Wale), pengunjung pun disuguhi suasana Kota

Bandung yang indah. Tak heran, menjelang malam tempat makan di Kawasan Bandung Utara kian ramai dikunjungi konsumen.*
M. GELORA SAPTA/”PR”

Di tempat ini, bukan hanya menu makanan yang lezat yang bisa Anda dapatkan, namun Anda juga dapat menangkap suasana Kota Bandung dari ketinggian. Selain itu cuaca dan udara sejuk

Bandung masih sangat kental terasa.
Apalagi di malam hari, dengan pandangan mata Anda bisa melihat sederetan lampu-lampu yang menghiasi Kota Bandung. Dengan suasana malam di mana pemandangan yang indah, udara dingin dan menu makanan yang lezat tidak sedikit orang yang memanfaatkan kawasan jajanan ini sebagai tempat kumpul bersama keluarga, kencan atau bahkan menjamu rekan bisnis. Pokoknya, suasana romantis, udara yang segar sangat cocok untuk dinikmati bersama orang-orang kesayangan.Tidak sedikit restoran, kafe, atau warung makan memanfaatkan kondisi strategis ini untuk menarik konsumen. Bukan hanya konsumen urang Bandung, tempat makan yang bertebaran di kawasan ini bahkan diminati penduduk

Jakarta, tamu mancanegara yang tak jarang singgah di tempat ini.

Tidak hanya satu atau dua pilihan tempat makan Anda di Dago Atas. Banyak restoran, kafe, dan warung makan yang bisa Anda datangi dan pilih seusuai jenis makanan dan sudut pandang pemandangan (view) yang Anda senangi.Sebut saja Warung Lela, The View, The Valley, Sierra, Stone Cafe, Le Pakar, Cloud 9, Medsa, Lisung, Bumi Joglo, Sedna serta beberapa tempat lain di kawasan Dago dapat menjadi salah satu pilihan melepas lelah sambil mengudap panganan pilihan.Diakui Ryandre Argion Birfelder, Manager “Cloud 9″, salah satu pertimbangan pemilihan tempat dan bangunan kafe dan resto yang tepat pada ketinggian sehingga dapat menangkap pemandangan kota sekitar Bandung.Ryan yang keturunan Jerman tersebut mengatakan, meskipun usia “Cloud 9″ belum genap satu tahun, namun awal tempat makan yang kini dipenuhi pengunjung dari semua kalangan itu sebenarnya sudah lama didirikan. “Dengan konsep yang berbeda. Kami bersyukur, pengunjung lebih banyak yang datang,” ungkap Ryan.Menurutnya, ada beberapa orang luar yang berkunjung tapi sebagian besar konsumen masih tetap berasal dari dalam negeri. Senada dengan Ryan, Sutomo, General Manager (GM) “The View”. “Sesuai dengan namanya, tidak hanya makanan yang kami jual namun kami juga menjual suasana yang tenang, nyaman, dan romantis,” ujar Sutomo.Itu pula yang menjadikan alasan, “The View” enggan membuka cabang di kawasan lain. “Karena view-nya mungkin tidak di dapat di tempat lain, khususnya di

kota. Kawasan Dago Atas atau Pakar ini, tak terlalu jauh dari pusat

Kota. Tinggal Anda turun tak terlalu jauh, Anda sudah sampai ke kawasan Jalan Dago, jalan Merdeka. Di sini suasananya jauh dari kebisingan

kota,” kata Sutomo.Karena itu, tidaklah salah jika banyak pula konsumen yang memanfaatkan “The View” sebagai tempat untuk mengadakan wedding party, gathering, dan pertemuan-pertemuan bisnis lainnya. “Bahkan baru-baru ini salah satu SMA di

Bandung mengadakan malam perpisahan di sini,” tutur Sutomo.
Begitu pula dengan “Le Pakar”. Menurut pengamatan di tempat ini, pengunjung dari luar

kota, kadang kala mendominasi tempat duduk yang tersedia. Dari lantai dua “Le Pakar”, suasana romantis semakin kental, apalagi hamparan kerlap-kerlip lampu sangat jelas terlihat ketika malam.
Yang tak kalah menarik adalah “Wale” (Warung Lela). Di sini menu makanan yang ditawarkan berbeda dengan beberapa restoran dan kafe yang ada di Dago Atas. “Wale” lebih menawarkan kekhasan mi dan pemandangannya yang asri nan hijau kepada konsumen. Bangunannya yang dibuat sedemikian rupa sehingga tampak seperti bangunan zaman dulu yang justru menambah apik tatanan suasana.Diakui Lela, pemilik “Wale”, Lokasi “Wale” yang memang berada jauh dari

kota. Namun, pemandangannya yang juga tak kalah menarik dibandingkan tempat lain yang ada membuat “Wale” cukup diminati. “Awalnya, saya tak sengaja memilih tempat dan membuat bakso pun adalah karena hobi,” tutur Lela.
Hasil pengamatan di beberapa tempat restoran atau kafe di kawasan Dago Atas atau Dago Pakar, terlihat pengunjung memang lebih banyak datang di malam hari. Mungkin karena kondisinya yang lebih romantis, udaranya yang dingin, dan sajian hamparan kerlap-kerlip lampu yang menjadikan suasana yang ditawarkan oleh tempat-tempat makan tersebut menjadi lebih ramai pengunjung.Omongan ini bukan sekadar obrolan semata. Karena diakui Ryan dan beberapa pelayan yang ditanyai di beberapa restoran dan kafe yang ada menyebutkan hal serupa.“Pengunjung ramai datang biasanya sore menuju malam. Apalagi weekend. Semakin malam semakin ramai. Kalau siang umumnya pengunjung jarang datang,” kata Ryan. Oleh karena itu pula beberapa tempat makan di kawasan tersebut ada yang menawarkan diskon makanan untuk pengunjung di siang hari, dengan harapan bisa menarik konsumen.“Karena bukan hanya malam hari kita bisa menikmati pemandangan bagus Bandung, di siang hari juga kita bisa melihat

Bandung pada ketinggian kawasan Dago ini,” tutur Ryan.
Di kawasan Dago Atas ini bukan hanya dijual beragam jenis makanan dari mulai menu western hingga oriental. Mengenai rasa makanan dari setiap restoran yang ada di kawasan ini, jangalah di-tanya. Anda bisa mencobanya, dan jangan pula Anda bertanya nyamannya suasana serta indahnya pemandangan dari ketinggian tanah Dago Atas ini. Anda baru bisa merasakannya jika Anda mencobanya.Sumber: Pikiran Rakyat, Sabtu, 29 Juli 2006.

  1. 3 Responses to “Berburu Kudapan di Kawasan Dago Atas”

  2. aduuuuuuuuuuuh, bisa ga siy bandung’a pindah aja ke jakarta?! huhuhuhu…. aku cinta bandung!!

    By putri on May 11, 2008

  3. wah ini namanya bandungdictif…he he he he

    By dieny on May 28, 2008

  4. minta referensi tempat wedding garden party di bandung donk…!

    By lia on Jan 26, 2009

Post a Comment