Tourism and City Development

Tourism and City Development for Better Life

Bukti Sejarah ”Bandung Purba”. (Terancam oleh Penambangan Kapur dan Batu)

Posted on | June 19, 2007 | 10 Comments

CITATAHDisadari atau tidak, di kawasan Bandung ada bukti-bukti alam terbentuknya daratan Bandung purba yang sangat berharga. Di antaranya kars (batu kapur) di Citatah, Padalarang, Kab. Bandung, sebagai bukti daerah itu pada zaman miosen awal (23 – 17 juta tahun lalu) pantai utara (pantura) ada di sana. Kini kawasan itu dikenal antara lain dengan Karangpanganten, Karanghawu, Pasir (Bukit Pabeasan), dll. “Pokoknya bukti alam purba di Bandung bagian barat itu cukup lengkap, termasuk peninggalan Danau Bandung purba,” ujar T. Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia (MGI) yang bersama istrinya Dewi Syariani, Sabtu (20/3), meluncurkan buku Bandung Purba (Lindungi Pusaka Bumi Bandung), di Sekretariat Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), Jln. Pajajaran 128, Kota Bandung. Selain anggota MGI, hadir juga undangan dari berbagai kalangan akademisi, pariwisata, pemerhati lingkungan dan pers. Turut memberi sambutan antara lain Ketua PWI Jawa Barat Us Tiarsa. Sedangkan dari utusan pemerintahan hanya dari Kota Bandung dan Cimahi. Dia juga menjelaskan, sekitar kawasan Bandung bagian barat itu terdapat pula batuan intrusif (lava yang mendesak lapisan bumi dan muncul ke permukaan) dan saat ini dikenal seperti dengan nama Gunung Paseban dan Gunung Lagadar. Akan tetapi Bachtiar menyayangkan, kondisi hasil bentukan geologis itu kini tengah terancam. Munculnya industri penambangan kapur serta penambangan batu terus menggerogoti bukti-bukti sejarah terbentuknya kawasan Bandung. Hal itu perlu segera dicari jalan penyelamatan secara arif sehingga batu-batuan itu tidak punah sama sekali. “Mengapa pemerintah daerah setempat tidak segera menetapkan kawasan konservasi demi menjaga bukti-bukti Bandung purba itu? Lebih bagus, jika kawasan itu dihutankan kembali,” ujar Bachtiar. Menurut Bachtiar, jika melihat bukti-bukti terbentuknya daratan Bandung itu, semestinya bukan semata sebagai aset lokal atau regional, bahkan semestinya jadi aset nasional. Sungguh sangat langka menemukan bukti seperti di tengah lingkungan yang relatif tak jauh dari perkotaan. “Sejauh dari referensi yang pernah saya baca, di Eropa ada batuan intrusif pinggir pantai yang jadi kebanggaan. Batuan itu selalu dipertontonkan kepada wisatawan, padahal bentuknya kecil saja, jauh dengan bentuk tiang-tiang heksagonal di Gunung Lagadar,” kata Bachtiar. Menyinggung bukunya yang baru diterbitkan MGI, kata Bachtiar, merupakan hasil catatan perjalanan bersama istrinya keluar masuk kawasan tersebut. Tidak kurang dari tiga tahun, baru bisa terwujud sebuah buku. “Kesulitan yang saya hadapi, saat membuat foto. Ketika berada di sana, tiba-tiba cuaca tidak menguntungkan,” kata Bachtiar, sarjana Geografi IKIP Bandung. Sementara itu Koordinator KRCB Budi Brahmantyo mengatakan, buku itu bisa dianalogikan dengan Bandung Tempo Doeloe yang ditulis Haryoto Kunto. Hanya, jika Haryoto menulis bagaimana menyelematkan arsitektur Kota Bandung zaman dulu, sedangkan Bachtiar menggugah dan menyoroti bagaimana menyelamatkan arsitektur bentukan alam yang jauh lebih tua. Pada buku itu bisa dibaca bagaimana alam yang unik secara geologis dan geografis di sekitar Bandung. “Di Jepang, hampir di setiap kota besar dan kecil memiliki museum alam. Walau museum itu kecil warga Jepang tetap bangga terhadap museum reruntuhan alamnya. Makanya, warga Bandung harus bangga dengan mengatakan, di sini 25 juta tahun lalu pernah ada laut dangkal dengan tanaman laut yang indah, lho!” ujar Budi, yang juga dosen di Departemen Teknik Geologi, ITB.

Baca lebih lengkap tentang Sejarah Bandung Purba: Klik Bandung Purba

Sumber: Pikiran Rakyat, Minggu, 21 Maret 2004.

____________________________________

http://dunia-indah.blogspot.com

Comments

10 Responses to “Bukti Sejarah ”Bandung Purba”. (Terancam oleh Penambangan Kapur dan Batu)”

  1. Dadan Hadiman
    June 24th, 2007 @ 6:11 am

    Sudah saatnya pemerintah memperhatikan dan melindungi bukti sejarah danau bandung sehingga generasi yang akan datang masih bisa mengetahui dengan cara melihat langsung bukti sejarah tersebut.
    Pemerintah pun harus memikirkan berjalannya pembangunan atau pengembangan usaha seharusnya tidak dibarengi dengan perusakan terhadap lingkungan alam.


  2. July 12th, 2007 @ 2:13 am

    ditunggu di jl. merdeka 7 bandung

  3. AGUS KOENTJOTRO
    October 15th, 2007 @ 4:09 am

    iya mari kita lestarikan peninggalan tersebut diatas….

  4. Ade
    April 7th, 2008 @ 7:12 am

    Sebagai salah satu rakyat Jawa Barat, saya sangat mendukung pelestarian lokasi bukti Bandung Purba. Kepada pihak yang yang berwenang, hayu urang gerak….

  5. near
    September 22nd, 2008 @ 4:53 am

    hayu urang lestarikan bukti bandung purba…. beur yu ah,, nu teu bisa ngajaga lingkungan bandung siga baheula deui, ANJIIIINK namanya!!!!!!!

  6. henzha
    November 13th, 2008 @ 3:56 pm

    cegah perusakan sejarah bandung demi kepentingan pribadi

  7. henzha
    November 14th, 2008 @ 2:16 am

    harus lebih diperhatikan oleh pemerintah,dan tindak tegas terhadap orang yang memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri

  8. LIGHT YAGAMI
    February 4th, 2009 @ 8:40 am

    Kita harus lebih bangga dengan negeri kita sendiri, dan tindak tegas terhadap orang yang memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri,dan dengan budaya kita sendiri, dan harus lebih diperhatikan oleh pemerintah.

  9. Aa Bandoenk
    February 23rd, 2009 @ 6:18 am

    Lestarikan Sejarah…….Dukung Terus Upaya Pelestarian Sejarah.,untuk pengusaha penambangan kapur di sekitar Padalarang coba ikut menjaga sejarah donk,,,,,jangan mikir untung nya aja,,,,,,,

  10. zaelanitopha
    July 3rd, 2009 @ 3:54 pm

    tiada tempat seindah dan sefenomenal bandung

Leave a Reply