Ceu Mar
Posted on | September 27, 2007 | No Comments
DI Bandung, siapa yang tak kenal nama Ceu Mar? Pengusaha warung makan, yang waktu dagangnya “tak lazim” (dari malam hingga pagi) ini memang luar biasa. Mungkin dia tidak begitu sadar kalau apa yang dia jual bukan hanya sekadar makanan, tapi juga gaya hidup.Silakan tanya kepada mereka yang menjadi pelanggan warung Ceu Mar, apa alasan mereka menjadi pelanggan warung itu. Jawabannya mudah ditebak, kalau bukan karena ingin makan gulai kambing di tengah malam, ya pasti karena di warung Ceu Mar mereka bisa bertemu kawan, ngeceng, ingin menyerap informasi, atau sekadar nongkrong menikmati udara malam.
Di warung ini, kita bisa mendengar orang-orang yang hanya sekadar bertegur sapa, mencari jodoh, berkenalan, informasi tentang band sampai ke pembicaraan bisnis dan hal-hal lain yang sifatnya serius. Dan mereka yang telat dalam menyerap informasi dari hasil interaksi orang-orang ini, adalah mereka yang disebut tidak bergaul.Sungguh menarik memerhatikan bagaimana tak kurang dari seribu orang yang datang setiap malam. Pun demikian, fenomena ini unik, karena warung Ceu Mar tidak menyajikan kemewahan dan kenyamanan kafe. Warung Ceu Mar ini hanya menyajikan makanan rumah.
Fasilitas untuk pelanggan pun hanyalah bangku plastik, meja kayu dan meja plastik. Tapi pelanggan antre dan rela berdesak-desakan.Mungkin dari image sebagai tempat gaul itulah warung Ceu Mar menjadi magnet bagi sebagian anak muda Bandung. Orang yang datang ke tempat itu bukan hanya untuk makan, tapi untuk memenuhi tuntutan gaya hidup. Orang dibuat merasa tidak lengkap hidupnya, jika salah satu tuntutan itu –dalam hal ini tuntutan untuk bergaul– tidak terpenuhi. Orang dibuat merasa takut disebut tidak keren jika tidak datang ke pusat-pusat interaksi.
Tapi semua itu bukan Ceu Mar yang membuat. Agen-agen gaya hiduplah yang –secara sengaja atau tidak sengaja– menciptakan image itu. Agen-agen itu tak jauh dari kita, mungkin anak tetangga kita yang selalu menjadi trendsetter di sekolahnya, mungkin anak-anak band yang sekarang menjadi idola anak-anak Bandung, mungkin anak-anak Bandung lainnya yang sudah dikenal sebagai anak gaul, dan tak ketinggalan agen-agen yang bekerja di media massa, yang menyebar luaskan ide bahwa warung Ceu Mar adalah salah satu tempat gaul anak Bandung.Itulah kenapa Ceu Mar saya sebut luar biasa. Karena apa yang dia sajikan bisa sesuai dengan selera agen-agen gaya hidup di kota ini, yang seringkali diidentikkan dengan tempat-tempat yang wangi dan cozy.
Entah apakah Ceu Mar sengaja atau tidak dalam menarik minat agen-agen gaya hidup itu. Tapi yang pasti Ceu Mar telah berhasil mengubah citra warungnya dari sekadar warung nasi untuk para agen dan loper koran di Cikapundung, menjadi warung nasinya anak muda Bandung.Terlepas dari persoalan gaya hidup, Ceu Mar juga berhasil berbagi rezeki. Keuntungan bukan hanya miliknya sendiri. Ketenaran warung Ceu Mar juga membawa rezeki bagi para tukang parkir, pedagang rokok, hingga preman, dan petugas keamanan.
Sumber: Pikiran Rakyat, Jumat, 8 Desember 2006.
Category: Bandung Glossary, JAJANAN, culinary
Tags: Bandung Glossary > Bandung Heritage > Bandung Pedia > Jajanan Bandung > Kuliner Bandung
Tags: Bandung Glossary > Bandung Heritage > Bandung Pedia > Jajanan Bandung > Kuliner Bandung
Comments
Leave a Reply