Kampung Naga
March 2, 2007 – 1:08 pm
Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan Ieluhumya. Hal ini akan terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar Kampung Naga. Masyarakat Kampung Naga hidup pada suatu tatanan yang dikondisikan dalam suasana kesahajaan dan lingkungan kearifan tradisional yang lekat.
Kampung Naga secara administratif berada di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya. Kampung ini berada di Iembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di ‘dalam hutan tersebut terdapat
makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber
aimya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut. Jarak tempuh dari Kota Tasikmalaya ke Kampung Naga kurang lebih 30 kilometer, sedangkan dari Kota Garut jaraknya 26 kilometer. Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut-Tasikmalaya harus menuruni tangga yang sudah ditembok (Sunda sengked) sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat dengan jarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga.Menurut data dari Desa Neglasari, bentuk permukaan tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur. Was tanah Kampung Naga yang ada seluas satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan, pekarangan, kolam, dan selebihnya digunakan untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali.
Sumber: Kampung Adat dan Rumah Adat di Jawa Barat
Disbudpar Jabar 2002
6 Responses to “Kampung Naga”
kok gak ada tentang asal usul & sejarah terbentuknya kampung naga, yah?
padahal itu yang paling dibutuhin
By re on Mar 29, 2007
bangunan masyarakat kampung kuta umumnya menggunakan bentuk bangunan parahu kumureb atau perahu yang terbalik.ha
By on May 5, 2007
tolong dalam pembabakan sejrahnya cantumkan tahun
By on May 16, 2007
Manusia merupakan salah satu makhluk Tuhan yang diberikan banyak sekali kelebihan. Diantaranya diberikan akal dan budi pekerti. Akal mendorong manusia untuk memikirkan sejauh mana dampak atau manfaat yang ditimbulkan sebelum melakukan aktivitas. Dan mendorong manusia untuk berkreasi dan melakukan inovasi.
Manusia merupakan faktor utama penghasil kebudayaan di bumi ini. Sebagai aktor kebudayaan manusia tidak terlepas dari wujud kebudayaan tersebaut baik secara fisik maupun secara sosial.
Rumah merupakan salah satu hasil kebudayaan yang berwujud, dapat kita lihat, diraba, maupun didokumentasikan.
Pada masa manusia belum mengenal tulisan, manusia dalam membuat rumah biasanya menggunakan bahan-bahan dari alam seperti batang pohon sebagai kerangka rumah, daun-daun sebagai atapnya.
Kesederhanaan itu terjadi karena manusia belum memikirkan sampai sejauh mana rumah tinggal yang ideal pada waktu itu. Proses berpikirpun terjadi sehingga adanya suatu inovasi dan perubahanpun terjadi.
Sampai saat ini perubahan rumah dapat kita lihat di sekeliling kita dengan beragamnya bentuk, dan struktur rumah.
masyarakat kampung Kuta merupakan masyarakat yang memiliki bentuk rumah yang masih alami dan kemungkinan merupakan bangunan yang mempunyai nilai sejarah sebagai artefak.
………
By on Jun 27, 2007
saya mau neliti potensi vegetasi yang ada di hutan adat kampung kuta, saya membutuhkan peta mengenai lokasi kampung tersebut, bagi kawan yang punya bisa kirim ke E-mail tersebut, makasih
By anas on Mar 2, 2009
saya orang marga yang berbatasan dengan daerah kuta,
By yaya on Mar 13, 2009