Kerajaan Kendan
Posted on | December 16, 2008 | No Comments
“…Slanjutnya Sang Resiguru Manikmaya beristrikan Dewi Tirthakancana, putri Sri Maharaja Suryawarman, raja Traumanegara.
Maka Resiguru Manikmaya oleh Sri Maharaja Suryawarman diberi sebuah wilayaj, ialah Kendan namanya, elngkap dengan hamba sahaya dan pasukan bersenjata lengkap, demikian pula beberapa ratus warga masyarakat anak negeri. Mereka turut pindah menyertai Sang Resiguru. Kemudian Sang Resiguru Manikmaya diangkat menjadi ratu di Kendan, sebagai ratu wilayah yang termasuk daerah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. …”
(Carita Parahyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan Pratama Sargah, terjemahan Drs. Atja dan Dr. Edi S. Ekajati, 1998).
Kawasan Kendan inikah yang dimaksud dalam Carita Parahiyangan sebagai tempat Resiguru Manikmaya menjadi Ratu? Dalam Carita Parahiayangan dijelaskan, Kendan sebagai pusat Kerajaan Kendan, sebelum dikemudian hari pusat kerajaannya diindahkan ke Galuh oleh Writikendayun.
Manikmaya adalah ksatria pengembara dari Bharata (India) dari keluarga kaya-raya dan terpandang di sana. Keluarganya memiliki puluhan kapal dagang. Manikmayamengikuti jejak pamnnya yang sering berlayar ke Dwipantara (Nusantara). Kemudian Manikmaya beserta pengawalnya pergi ke Pulau Sailan, Gauda, Hujung Mndini, Pulau Sumatera, Bali, Jawa Timur, kemudian ke Jawa Barat, dan datang ke Jayasinghapura ibukota kerajaan Tarumanegara untuk menyebarkan agama Hindu. Manikmaya menikah dengN Dewi Tirtakencana, salah seorang putri Sryawarman, Raja Tarumanegara, lalu ditempatkan di Kendan. Dari Dewi Tirtakencana, Resiguru Manikamya dikaruniai seorang putra yang bernama Rajaputra Suraliman yang tampan dan gagah perkasa. Putranya ini dibesarkan oleh kakeknya di Tarmanegara, kelak menjadi Adipati Sarwajala/Panglima Angkatan Laut.
Sang Resiguru Manikmaya memerintah di Kendan selama 42 tahun, dan wafat pada tahun 568/569 M. Kemudian Rajaputra Suraliman mnggantikan ayahnya sebagai Raja yang kedua. Suraliman memerintah selama 29 tahun, digantikan oleh sang Kandhiawan yang memerintah selama 15 tahun. Pada tahun 612 M pucuk pemeintahan bralih kepada Wretikendayun, yang kemudian memindahkan kerajaan ke Galuh. Pamr Kendan sebagai pusat kerajaan semakin memudar.
Tags: Bandung Glossary > Bandung Heritage > Bandung Pedia > BANDUNG PURBA
Comments
Leave a Reply