Tourism and City Development

Tourism and City Development for Better Life

PERGESERAN NILAI DALAM TRANSFORMASI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHID MENJADI DESTINASI WISATA

Posted on | March 31, 2010 | No Comments

ABSTRAK

PERGESERAN NILAI DALAM TRANSFORMASI

PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHID

MENJADI DESTINASI WISATA

Sebuah Tinjauan Konstruksi Sosial

Oleh

Dieny Ferbianty


Potensi Pondok Pesantren untuk menjadi daya tarik wisata rohani, telah menyebabkan Pengurus Yayasan Daarut Tauhid untuk mempertimbangkan potensi ini menjadi salah satu peluang bisnis dari beberapa bisnis yang mereka jalankan. Keputusan untuk menyelenggarakan wisata di kawasan ini, menimbulkan transformasi pada beberapa komponen fisik dan sosial yang ada pada kawasan tersebut, serta resistansi pada kelompok-kelompok sosial terlibat, yang berpotensi menghambat pengembangan wisata rohani. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai proses sosial yang dilalui oleh sebuah pondok pesantren sehingga menjadi daerah tujuan wisata, mengidentifikasi akibat dari proses transformasi sosial yang terjadi, manfaat dan resiko yang ditimbulkan dari transformasi pondok pesantren menjadi destinasi wisata.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi sosial teknologi, untuk melihat proses sosial yang terbentuk pada suatu kawasan yang sedang mengalami transformasi dalam rentang waktu tertentu. Proses sosial yang terjadi selama masa transformasi tersebut digambarkan melalui metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus dengan teknik analisa deskriptif. Sedangkan untuk identifikasi kelompok sosial yang ada di wilayah studi, digunakan metode snowball dan following the actor. Hasil penelitian adalah teridentifikasinya beberapa kelompok sosial yang kemudian terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang pro dan kontra wisata. Negosiasi tidak terjadi antara dua kelompok ini. Negosiasi yang terjadi hanya pada kelompok sosial yang mendapat keuntungan ekonomi saja. Munculnya daya tarik figur (Kyai) sebagai daya tarik yang dominan di kalangan pondok pesantren, merupakan salah satu karakteristik dari daya tarik pondok pesantren. Pada penelitian ini ditemukan bahwa pengembangan wisata di kawasan ini berpotensi mendistorsi nilai-nilai budaya. Pengembangan wisata rohani di pondok pesantren hendaknya dilakukan melalui pendekatan pariwisata kebudayaan, tidak hanya infrastruktur dan kelembagaan, sehingga nilai-nilai yang sudah ada di pondok pesantren tidak terberangus.

Kata kunci : wisata rohani, konstruksi sosial, transformasi sosial, pondok pesantren Daarut Tauhid.

Baca Pula:

Comments

Leave a Reply