Taman Kota sebagai Indikator Kualitas Administrasi Kota
Posted on | December 11, 2008 | No Comments
Taman memiliki peran penting dalam sebuah kota karena taman kota tidak hanya memberi kesegaran, tetapi menjadi indikator baik atau tidaknya administrasi sebuah kota.
“Ada jargon, kalau datang ke suatu kota, lihatlah jalan dan taman-tamannya. Kalau taman dan jalannya rapi, maka kotanya baik. Jalan dan taman menjadi indikator baik atau tidaknya administrasi kota,” kata Haryo Winarso, peneliti senior dari Laboratorium Desain Perkotaan, Departemen Planologi, Institut Teknologi Bandung, pekan lalu.
Taman juga bisa membangun citra kota. Haryo mencontohkan, para pengembang perumahan akan membangun jalan dan taman terlebih dahulu untuk membangun citra perumahannya sehingga harga tanah dan rumah yang dijualnya bisa tinggi.
Karena ingin membangun citra kota yang baik pula, saat Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung, Kota Bandung membangun jalan dan taman dilengkapi lampu jalan dan lainnya. “Yang menjadi persoalan berapa lama keindahan itu bisa bertahan,” kata Haryo.
Untuk memperindah kota, kata Haryo, sah saja digunakan taman tempelan seperti yang terjadi di Gedung Merdeka saat napak tilas KAA.
“Persoalannya, kalau orang tahu itu tempelan, citranya menjadi kurang baik. Itu hanya manipulasi,” kata Haryo. Tapi harus diakui, dengan adanya KAA, fasilitas kota menjadi lebih baik karena ada marka jalan, lampu taman, dan lainnya.
“Sebaiknya momen KAA dijadikan pendorong untuk membuat kota menjadi lebih baik. Kalau sebulan kemudian rusak, citra pemerintah kota dan daerahnya menjadi jelek dan tidak dapat dipercaya,” ujar Haryo.
Menurut Haryo, unsur yang kini memperindah kota harus dipertahankan. “Tetapi sering kali usaha untuk mempertahankan keindahan kota terhambat karena tidak ada dana. Padahal, hal itu bisa disiasati. Caranya bekerja sama dengan pihak swasta,” katanya.
Haryo mencontohkan untuk memelihara taman kota dana bisa didapat dari pihak swasta. Sebagai timbal balik pihak swasta diperbolehkan memasang iklan di taman tersebut. Tetapi jika tamannya tidak terpelihara, pihak swasta harus menurunkan papan reklamenya dari taman itu.
Sumber: Kompas, Selasa, 03 Mei 2005
Comments
Leave a Reply